Kredit motor
Bank Indonesia (BI) mencatat total pembiayaan Kredit motor yang dilakukan
melalui perusahaan pembiayaan (multifinance) hingga Agustus 2013
mencapai Rp 331,26 triliun atau naik 12,66 persen dibanding periode
Agustus 2012 yang mencapai Rp 294,03 triliun.
Ketua Dewan Harian Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI),
Suwandi Wiratno, mengatakan, porsi pembiayaan masih didominasi oleh
pembiayaan konsumer (consumer finance), berikutnya adalah pembiayaan
sewa guna usaha.
"Porsi paling besar pembiayaan konsumen Kredit motor terutama di otomotif,
kendaraan roda dua dan roda empat, 60-63 persen. Sewa guna usaha
(seperti) mesin, alat berat, kapal tongkang, 33-35 persen. Sisanya
factoring atau anjak piutang," tutur Suwandi di Jakarta, Selasa (22/10).
Berdasar data Bank Indonesia, total kucuran pembiayaan ke sektor
pembiayaan konsumen atau consumer finance hingga Agustus 2013 mencapai
Rp 212,01 triliun atau meningkat dari Agustus tahun 2012 yang mencapai
Rp 183,77 triliun.
Untuk pembiayaan ke sektor Kredit motor sewa guna usaha atau leasing, hingga
Agustus 2013 mencapai Rp 113 triliun atau meningkat dari total
pembiayaan pada Agustus 2012 yang mencapai Rp 106,11 triliun.
Sementara itu, kucuran pembiayaan ke sektor anjak piutang atau
factoring hingga Agustus 2013 mencapai Rp 6,24 triliun atau meningkat
dari Agustus 2012 yang mencapai Rp 4,14 triliun. Sedangkan pembiayaan ke
sektor kartu kredit mencapai Rp 2 miliar atau meningkat dari Agustus
2012 yang sebesar Rp 1 miliar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar